By: Sidik Tri Wibowo
Ehm..ok…
Kami berangkat dari kantor tanggal 25 maret atau hari kamis sekitar pkl 9, 13 orang (termasuk driver) dibagi dalam tiga tim.
waktu itu saya masuk ke timnya Pak Nyamadi dengan driver Pak Ino. sampai di pelabuhan merak siang hari, langsung masuk ke
Ferry untuk menyeberang ke Bakaheuni. sekitar 3 jam sampailah di bakaheuni. Koordinator tim survey memutuskan saya pindah
ke tim Pak Dodi bersama kang yadi, pak ismet, dan drivernya pak yana. jadi sejak di bakaheuni saya sudah pindah mobil lengkap dengan perlengkapannya. tanpa istirahat, ketiga mobil
langsung tancap ke lokasi masing masing. kita berpencar.. tim saya menuju ke pelabuhan kota agung. dua mobil lainya menuju
ke daerah sumur dan ke liwa. sampai di pelabuhan sekitar pukul 10 malam. waktunya sudah tidak memungkinkan untuk langsung pasang alat.
jadi kami bermalam dulu di hotel … (lupa namanya).. malam hari sempat survey dulu ke pelabuhannya untuk mengetahui lokasi titiknya.
pagi harinya, tgl 26 maret, kami berangkat ke pelabuhan dari hotel untuk melakukan pengukuran. pertama langsung pengukuran leveling.
pengukuran berjalan dengan cukup lambat karena kondisi jembatannya yang sudah rusak. banya balok-balok beton yang sudah runtuh karena
tidak kuat menahan beban ketika dilewati. katanya pernah terjadi kecelakaan ketika nelayan sedang berjalan dijembatan itu dengan membawa
ikan yang cukup banyak. karena balok beton tidak kuat menahan beban, maka runtuhlah bersama dengan nelayan itu. kaki sang nelayan terkena
beton hingga patah.. heu… kasihan..
btw, kalo ceritanya kayak gini, kayaknya butuh 3 episode buat menyelesaikannya.. bukannya ga mau, tapi ntar kasihan yang baca. jadi
tak critain inti surveynya saja ya.. he… jadi, survey kemarin total saya ngukur GPS di 19 titik, yaitu:
1. BM Pasut Kota Agung (GPS & Levelling)
2. Kota Jawa (1 GPS & Levelling BM Pasut-Radar)
3. Bintuhan (GPS & Levelling)
4. Tapak Paderi
5. SD Muko-Muko
6. SD N 14 Pelangai Kecil
7. SD N 3 Gunung Talang
8. Jorong Sungai Lais
9. BMKG Padang Panjang
10. Agam
11. SMA N 1 Ampek Angkek
12. Kantor Samsat Pariaman
13. AJJO
14. SD N 13 Tua Pejat
15. SD N Katurai, Malilimok
16. Dermaga Sikakap
17. Dermaga Siuban (dua hari)
18. Teluk Dalam
19. Pulau Lasia
pengukuran yang dilakukan yaitu sbb:
1. pengukuran leveling
pengukuran ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui beda tinggi antara dua titik. pada survey kemaren, yang diukur adalah beda tinggi
antara BM Pasut dengan palem dan radar yang ada di rumah pasut. pengukuran ini dilakukan agar nilai tinggi pada BM pasut yang diperoleh
dengan pengukuran GPS dapat dikoreksi sehingga Bm tersebut memiliki nilai ketinggian di atas MSL. mengenai spesifikasi teknis pengukuran leveling,
teman-teman bisa cari sendiri di textbook atau diktat kuliah..
2. pengukuran GPS
pengukuran GPS yang dilakukan kemaren bertype campaign, yang dilakukan rutin setiap tahun. kenapa dilakukan rutin, karena untuk mengetahui besar dan
arah pergerakan lempeng bumi yang diwakili oleh titik-titik tersebut.sebenarnya cukup sederhana, hanya centering antenna GPS di atas titik
yang dimaksud dengan ketententuan yang telah diberikan, kemudian mencatat status receiver setiap 2-3 jam sekali. selain itu paling cuma bikin gambar
nama titik untuk difoto dan menggambar sketsa lokasi disekitar titik. pengamatan dilakukan selama 12+. akhir dari pengamatan adalah pukul 23.59 UTC atau
06.59 WIB. jadi bisa dipastikan bahwa alat harus dipasang sebelum jam 18.00 WIB.
sebenarnya kerjaan yang dilakukan sederhana. yang menarik bagi saya justru perjalanan menuju ke lokasi titiknya. cukup melelahkan dan menyenangkan karena
ada titik yang terletak di puncak bukit, ada yang diatas batu karang, di lapangan sepak bola, dsb. yang paling top adalah titik yang ada di pulau Lasia, simeuleu, aceh.
waktu itu saya dan Pak caca yang ditugaskan ke titik tersebut. kami memakai perahu nelayan yang 6GT (ukuran 2,5 x 8 meter lah kira-kira) dari pulau simeuleu ke pulau Lasia.
perjalanan sekitar 4 jam. waktu itu sedang musim angin jadi ombak lumayan besar, ya kira-kira amplitudo 2-3 meter. tapi untungnya lamdanya panjang jadi tidak membahayakan.
sampai di pulau lasia sudah hampir gelap. cuaca mendung dan angin kencang. tadinya mau langsung ke lokasi, tapi karena ombaknya besar-besar, kapal jadi tidak dapat merapat.
jadi diputuskan besok pagi saja. akhirnya malam itu kita buang jangkar di laut untuk bermalam. sampai jam 12 malam langit terlihat cerah. bulan terlihat walaupun sesekali
melewatinya. setah jam 12, langit mulai mendung. tadinya saya tiduran di moncong kapal. tapi terus pindah ke belakang, mancing…mancing sampai jam 1.30an tapi ga dapet-dapet.
jadi tak putusin tidur. awalnya tenang-tenang saja. tapi jam 2 an lama-lama kok kapalnya goyang banget ya..akhirnya bangun dan duduk. lihat keluar kaget saya. masyaAllah,
ombaknya gede-gede banget. liat ke langit, wah mendung! wah alamat badai ni..dan benar ternyata…ga lama angin tiba-tiba kencang, gerimis dan akhirnya hujan lebat.
semua orang bangun.. saya sendiri sudah ketakutan setengah mati.. betapa tidak, kapal sudah muter-muter, pontang panting ga karuan. ember besar berisi juga sampai geser kesana
kemari. jangkar cuma ada satu lagi..kalo putus ya sudah..tamatlah cerita ini.. badan udah basah kuyup. saya cuma bisa berpegangan seerat mungkin dan berdzikir dan beristighfar.
full berdzikir dan beristighfar pokoknya. mungkin ada 500x lebih. wah, benar-benar moment yang paling menakutkan dalam hidupku. samapi jam 5 pagi baru hujan reda, tapi ombak masih besar.
tapi lama-lama berhenti..alhamdulillah… ternyata badai pasti berlalu ya… Allah SWT masih memberiku hidup.
kondisi udah terang, kami minta tolong nelayan setempat untuk membawa kami ke daratan. celakanya, bekal makanan ketinggalan di kapal, jadi kita ga sarapan pagi itu.
niatnya kami mau minta tolong nelayan itu untuk mengantar kami ke lokasi titik. tapi mereka ga mau karena ombak yang besar, takut kapalnya kena karang. kebetulan lokasinya
tepat diatas tebing karang. mereka menyarankan kami untuk jalan saja lewat hutan. apa boleh buat, akhirnya kami jalan lewat hutan. hhh.jalanya lumayan berat juga. hutannya
lebat jadi harus merintis. sesekali lewat gundukan karang. sekitar 2 jam baru sampai ke lokasi. istirahat sebentar lagsung pasang alat. selesai langsung balik lagi ke lokasi
terakhir kami berangkat.
sebenarnya masih banyak cerita lain yang menarik. ada yang lucu, yang menyebalkan, hingga yang jorok sekalipun..hehe..
tapi wisan disit lah..kesel jentikku..intinya survey kemarin sangat melelahkan tapi juga sangat menyenangkan. impas lah.. malah esih untung pengalaman..
c u on the next stories.. PGG!! YESS!!!


